FAIL (the browser should render some flash content, not this).
FAIL (the browser should render some flash content, not this).
FAIL (the browser should render some flash content, not this).

Login

FAIL (the browser should render some flash content, not this).

Menu Anggota

YM Admin

Online

3 tamu's & no anggota's

Anggota Terbaru

Statistik

Kunjungan [+/-]
Hari ini:
Kemarin:
2 hari yg lalu:
65
82
121

-39
Minggu ini:
Minggu kemarin:
2 minggu yg lalu:
147
810
638

+172
Bulan ini:
Bulan kemarin:
2 bulan yg lalu:
750
3181
3333

-152
Tahun ini:
Tahun kemarin:
31526
15498
+16028

Total
Kunjungan   47 023 

Kurs

Jumlah :
Dari :
Ke :
Mendengkur, Tak Seremeh Yang Dikira PDF Cetak e-Mail
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 01 Februari 2010 22:20

Salah satu gangguan tidur yang kerap dianggap sepele adalah mendengkur, yakni suara getaran saat tidur ketika bernapas lantaran ada sumbatan pada sebagian saluran napas atas. Hal ini biasanya disebabkan getaran langit-langit lunak dan pilar yang membatasi rongga bagian tengah faring.

Diperkirakan 20 persen pria berusia 30-35 tahun mendengkur setiap kali tidur dan pada usia 60 tahun, angka ini mencapai lebih dari 50 persen. Menurut David Fairbanks, M.D, profesor otolaringologi di George Washington University School of Medicine, tonsil yang membesar dan membran tenggorokan yang mulai kendur dan melebar juga bisa jadi penyebab datangnya suara yang mengganggu ketenangan tidur orang lain ini.

Pada umumnya, mendengkur tidak mengundang risiko kesehatan bagi pendengkur tingkat ringan sampai sedang. Tetapi dengkur yang luar biasa keras dapat menghadapkan Anda pada beberapa masalah medis yang serius, salah satunya adalah obstructive sleep apnea (OSA/terhentinya napas saat tidur).

Kejadian OSA terjadi karena jalan napas tersumbat total sehingga penderita tidak bisa bernapas. Agak lama kemudian barulah bisa bernapas lagi. Kejadian seperti ini bisa terjadi beberapa ratus kali dalam semalam dan menurunkan kadar oksigen dalam darah sampai di bawah normal. "Ini akan membuat jantung Anda bekerja keras sehingga pasien tidak bisa tidur nyenyak," kata Fairbanks.

Pendengkur yang mengalami OSA biasanya akan sering mengantuk di siang hari, bahkan bisa terlelap saat mengemudikan kendaraan. Selain itu, ia juga menjadi pemurung, pemarah, sulit berpikir dan sulit mengingat sesuatu.

Kurangnya oksigen dalam darah dan jantung yang dipaksa bekerja keras juga akan mengundang masalah kardiovaskular yang biasanya dikaitkan dengan usia lanjut, seperti hipertensi, gagal jantung, stroke, gangguan irama jantung, dan sebagainya.

Sumber : kompas.com

 

Add comment


Security code
Refresh